Selamat datang diBlogspot kami, blogspot ini didirikan untuk pencarian informasi, serta ajang nongkrong untuk semua.Terima kasih atas kunjungannya, berikan komentar, saran, serta pesan yang membangun agar blog kami dapat menjadi lebih baik.
12 Juni 2011
Waaw !Kakek 71 Tahun Gowes Onthel dari Medan ke Stabat
Laporan Reporter Tribun Medan, Arifin Al Alamudi
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pada umumnya orang berusia renta akan lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah, bersama anak cucu.
Namun Romo, kakek berusia 71 tahun ini memiliki kebiasaan yang berbeda, menggowes sepeda onthel ke luar kota.
Tebingtinggi, Bukit Lawang, dan Pematangsiantar sudah pernah Ia datangi menggunakan sepeda Onthel merk Phoenix buatan China kesayangannya itu.
Kecintaannya terhadap sepeda tua yang sering disebut sepeda janda ini membuat Ia bergabung dengan Medan Sepeda Antik Club (Mesac) Medan. Ditempat ini, Kek Romo, panggilan akrabnya, bertemu dengan sesama pecinta onthel.
Minggu (12/6/2011), Ia bersama puluhan pecinta onthel yang tergabung dalam Mesac berkumpul di Lapangan Merdeka Medan, sekira pukul 07.00 WIB. Terlihat sangat bersemangat dengan menggunakan pakaian dan topi khas Belanda.
"Saya sudah kebiasaan naik sepeda kemana-mana dari kecil, sampai sekarang saya cuma punya sepeda ini untuk pergi kemana-mana," ujar pria yang tingga di Pasar 7, Tembung ini.
Ia pun memimpin rombongan Mesac untuk menyusuri jalan raya menuju Kota Stabat, Kabupaten Langkat. Jaraknya sekitar 80 KM dari pusat Kota Medan. Sebelum berangkat, Kek Romo terlihat mengelap onthel kesayangnya. Ternyata sepeda onthelnya lebih tua dari dirinya yang lahir tahun 1940.
Bercerita tentang sepeda onthel yang diperkirakan buatan 1920-an itu seakan membawa membawa Kek Romo kembali ke masa lalunya. "Sepeda ini warisan orangtua saya, sebelum saya lahir kata orangtua saya sepeda ini sudah ada," ujarnya dengan mata berbinar, seolah Ia terkenang dengan orangtuanya yang telah mewariskan satu-satunya harta berharga kepadanya, sepeda onthel.
Kecintaannya atas harta berharga miliknya itu pun terpancar dari cara Ia merawat sepeda onthelnya, seperti Ia mencintai orangtua yang telah mewariskan sepeda itu. Sangat hati-hati dan selalu dibersihkan sesudah dipakai. "Selalu saya rawat sepeda ini, saya selalu ingat orangtua saya kalau lihat sepeda ini," ujar kakek ini.
Sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan rombongan pun siap untuk berangkat ke Stabat menggunakan sepeda onthel masing-masing. Dengan wajah sumringah dan siap untuk mengendarai sepedanya, Kek Romo berteriak. "Semua siap, ayo jalan," ujarnya sembari mengayuh sepeda yang umurnya lebih tua dari dirinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar