Sejumlah warga menyaksikan aktivitas Kawah Timbang di kawasan dataran tinggi Dieng yang terus mengeluarkan gas CO2 di Dukuh Simbar, Sumberrejo, Batur, Banjarnegara, Jateng, kemarin.
SEMARANG– Aktivitas vulkanik Kawah Timbang di Pegunungan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terus mengalami peningkatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status kawah itu pada posisi siaga. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng PVMBG Tunut Pujiharjo mengatakan, peningkatan status dari waspada menjadi siaga diakibatkan konsentrasi gas karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan kawah tersebut cenderung meningkat.“Pada status waspada konsentrasi gas CO2 di Kawah Timbang mencapai 0,106% volume.
Namun, mulai 28 Mei 2011, tiba-tiba terjadi peningkatan konsentrasi gas CO2,”ujarnya saat dihubungi SINDO kemarin. Dieng merupakan dataran tinggi di Jawa Tengah,yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dieng adalah wilayah vulkanik aktif.Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana, dengan ketinggian ratarata adalah sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Menurut Pujiharjo, status siaga mulai diberlakukan pada Minggu (29/5) malam pukul 20.45 WIB. Dengan begitu, radius aman yang ditetapkan 500 meter juga dilebarkan menjadi 1.000 meter.
”Saya harap jarak tersebut mulai disterilkan dari berbagai aktivitas masyarakat sekitar. Namun, saya imbau warga jangan panik,”ujarnya. Sterilisasi radius 1.000 meter dari Kawah Timbang, kata dia, mengingat ancaman bahaya gas beracun yang berbahaya bagi kehidupan, dengan sifat tidak tampak dan tidak berbau, yang setiap saat dapat terjadi. “Kita juga meminta masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunung Dieng yang tidak jelas sumbernya,” katanya.
PVMBG juga mempersilakan masyarakat untuk berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Dieng, yang berada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur,Kabupaten Banjarnegara,atau dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Kabupaten Batang, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,Bandung. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta seluruh aparat pemerintah di Kabupaten Banjarnegara meningkatkan kesiagaannya.“Mulai dari lurah,camat,hingga bupati harus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi ini.Semuanya harus koordinasi, termasuk dengan pemerintah provinsi,”ungkapnya.
Mantan Pangkostrad ini juga meminta masyarakat tidak panik dalam menyikapi situasi tersebut.Kepanikan bisa menimbulkan hal-hal yang kurang produktif.“Namun, yang terpenting waspada.Segala petunjuk dari PVMBG mohon bisa diikuti, jangan nekat sendiri,” ucapnya. Bibit mengaku telah mendapat laporan aktivitas Kawah Timbang mengalami peningkatan sehingga statusnya naik dari waspada menjadi siaga.Dia berharap tim pengamat bisa memberikan laporan sedini mungkin kepada masyarakat.
“Mulai kondisi CO2,arah angin, kita harapkan bisa diinformasikan sedetail mungkin sehingga berbagai antisipasi dapat segera dilakukan,” harapnya. Bupati Banjarnegara Djasri mengaku sudah mengeluarkan Surat Pernyataan Bencana Dataran Tinggi Dieng menyusul peningkatan status Kawah Timbang dari waspada menjadi siaga.Menurut dia,dalam surat bernomor 360/1560/V/2011 tertanggal 30 Mei 2011 disebutkan bahwa telah terjadi bencana Gunung Dieng yang mengalami erupsi dan mengeluarkan gas beracun (CO2).
“Hari ini (kemarin) saya keluarkan Surat Pernyataan Bencana Dataran Tinggi Dieng,” kata Djasri kepada wartawan di Posko Penanggulangan Bencana Dieng. Karena itu,kata dia,dengan dikeluarkannya status siaga di wilayah Kecamatan Batur, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyatakan, tanggap darurat sejak 30 Mei hingga 12 Juni 2011.Terkait hal itu, dilakukan upaya penanganan darurat berupa penyaluran logistik, evakuasi, pencarian, dan pertolongan. “Untuk itu, saya datang ke sini untuk mengecek persiapan penanganan darurat.
Kami minta teman-teman di sini melakukan penanganan darurat, termasuk memantau wilayah dalam radius satu kilometer dari Kawah Timbang,” ungkapnya. Berdasarkan data yang dihimpun, 270 keluarga dievakuasi pada Minggu malam. Sebagian besar berasal dari Dukuh Simbar, Desa Sumberejo, yang jumlahnya mencapai 140 keluarga.Sejumlah warga dari Dukuh Sumber, Serang, dan Kali Putih, Desa Sumberejo, juga turut mengungsi.
0 komentar:
Posting Komentar